Kamis, 03 Mei 2012

Story Of Life (cerpen)


Story of Life

>>> 

                “Maaf bu, setelah menjalani tahap-tahap pemeriksaan. Sudah saya duga, anak ibu ini mempunyai kanker ganas di bagian organ dalamnya” ucap sang dokter menutup amplop. Bu Tasya menangis tersedu-sedu sedangkan suaminya menenangi diri istrinya
                “Berapa lama dok, umur saya?” Tanya Oik berusaha tegar
                “Saya gak tahu nak umur kamu bertahan berapa lama. Tapi kalau diperkirakan umurmu bertahan kurang lebih 3 bulan. Tapi… saya punya 2 pilihan buat ibu dan bapak”
                “Apa itu dok?” Tanya pak Arman
                “Anak ibu dan bapak bisa melaksanakan operasi untuk menggangkat kanker itu. Tapi, saya kurang setuju untuk melakukan operasi karena, tubuh Oik bisa menjadi cacat” jawab dokter Ivan. Oik terkejut. “Tapi itu terserah anda. Saya yakin anda berdua tidak menyetujuinya, makanya saran saya kedua adalah kemotrapi. Kemotrapi itu dilakukan selama 6kali. kemotrapi itu memakai obat-obat kimia, dan itu bisa membuat Oik bebas dari kanker ini. Bagaimana? Anda memilih apa?” Tanya dokter Ivan
                “Boleh saya pikir dulu dok? Saya butuh informasi lebih lanjut mengenai kemotrapi. Senin saya kembali lagi kesini dengan papa dan mama. Bolehkan dok?” celetuk Oik. Dokter Ivan menggangguk, akhirnya Oik dan orang tuanya beranjak dari sana dan pergi menuju rumahnya

>>> 

Oik terbangun dari lamunannya saat disenggol oleh Shilla
                “Lo kenapa Ik? tumben ngelamun?” Tanya Shilla melihat Oik melamun. Oik hanya menggeleng lemah
                “Ik, Oik!!!! Kak Cakka lagi dilapangan basket tuh! Lagi One In One sama kak Rio!” seru Sivia dari arah pintu kelas. oik bangkit dari temat duduknya lalu menuju lapangan dengan Shilla. saat disana Oik memilih menonton dari depan. Biasanya Oik menyemangati idolanya satu ini, walaupun ditolak mentah-mentah karna kata Cakka Oik terlalu over kepadanya, Oik mengganggapnya hanya angin lalu saja dan masih saja mengganggu sang idola. Tapi sejak Oik memasuki kehidupan seorang Cakka Nuraga, hari-harinya berubah deratis, yang biasanya dingin seperti e situ mencair Perlahan…
Sampai diakhir pertandingan pun tak ada satu katapun yang dilontarkan Oik sampai-sampai membuat semuanya heran dan bingung. Tanda akhir pertadingan pun berbunyi, saat itu juga Cakka menoleh kearah Oik yang menatapnya kosong, Cakka hanya memiringkan kepalanya, kenapa fansnya satu ini tidak kunjung berbicara maupun teriak, biasanya itu dia lebih heboh
Oik menghela nafas, saat Oik memegangi hidungnya, tiba-tiba darah mengalir dengan segar. Oik terkejut, Shilla hanya melihatnya terkejut “Oo..Ik..?” Oik menggeleng tanda ia tidak apa-apa, terlambat, ia tiba-tiba hilang keseimbangan. Cakka yang mengawasi Oik dari lapangan itu langsung belari kencang menuju Oik sebelum kepalanya membentur tanah, dan yap! Cakka langsung memanggangi badan Oik kala Oik sudah menutup matanya

CEMAS

Itu kata yang terlintas dipikiran Cakka, tanpa ba-bi-bu Cakka langsung menggedong Oik menuju UKS. Sontak seluruh siswa-siswi yang berada disana melihatnya, ada pula mengikuti Cakka ke UKS.

>>> 

Oik membuka matanya, ia melihat sekeliling. Infus? Bearti aku dirumah sakit? Batin Oik. Oik masih memandang sekeliling. Cakka?
                “C… Cak…. Kka..?” ucap oik lirih. Cakka yang menggelamkan kepalanya kasur terbangun
                “Oik?”
                “Kok.. Kamu..Di..Sini?” Tanya Oik
                “Aku nunggu kamu dari tadi, orang tua sama kakak kamu lagi dijalan. Jadi aku nunggu kamu sampe sadar. Kamu tadi pingsan disekolah dengan mimisan. Kamu kenapa Ik?” Tanya Cakka tanpa embel-embel ‘Lo-Gue’
                “Makasih Kka udah nungguin aku disini” jawab Oik tersenyum. “Aku gak sakit apa-apa kok, Cuma kurang istirahat aja, but thanks udah gak pake ‘Lo-Gue’ lagi Kka. Makasih hari ini udah buat aku seneng” sambung Oik dengan tulus, tak terasa air matanya mengalir. Cakka memandang Oik dengan senyuman khasnya lalu menghapus airmata Oik dan mengelus pipinya
                “Apapun aku lakukan buat fans nomor 1 aku ini” jawab Cakka ketawa kecil. Oik hanya senyum

Pintu kamar Oik terbuka dan muncullah 3 orang –Pak Arman, Bu Tasya, dan Dayat-. Bu Tasya langsung menghampir Oik, Cakka langsung menggeser posisinya kebelakang berjajaran dengan Dayat
                “Ik, hari ini papa akan bilang kedokter Ivan, kalo kita nyetuinya. Papa gak mau kamu nanggung sakit ini terlalu lama, apapun terjadi papa, mama, sama kakakmu akan nyembuhin penyakit kamu. Walaupun uang papa dan mama habis, kami ikhlas demi kamu sayang” kata pak Arman. Air mata Oik jatuh kembali
                “Terima kasih pa, ma” jawab Oik. Cakka memandang mereka bingung. Dayat melihat Cakka bingung akhirnya membisiknya sesuatu
                “Gue harap kalo lo denger ini lo gak boleh terkejut dan semacamnya” bisik Dayat Cakka menggangguk. “Lo pasti bingung Oik sakit apa, Oik sakit kanker. Kata dokter umurnya hanya bertahan kurang lebih 3 bulan. Kecuali dia ikut kemotrapi, kemungkinan ia bisa bertahan lebih dari tiga bulan. Dan gue mohon sama lo, lo harus ada disisi Oik selamanya hanya lo yang bisa Kka, hanya lo yang bisa bikin Oik senyum, hanya lo yang bisa bikin Oik ketawa, hanya lo. gue mengharap ini sebesar-besarnya. Oik satu-satunya adik gue. gue mohon Kka”
                “Gue terima kak, gue akan selalu disamping Oik. Gue akan ngebahagiain hidup dia. gue baru tahu itu kak, gue salah… Dulu gue suka banget gak ngerespon dia. sekarang biar gue yang balas kebaikan dia sama gue kak” bisik Cakka menangis

>>> 

Sejak hari itu Cakka bertekad akan menjaga Oik. Hari ini, Cakka mengunjungi Oik dirumah sakit sehabis pulang sekolah
                “Hey” sapa Cakka,Oik menoleh
                “Eh kak Cakka. Kok kesini?” Tanya Oik
                “Gak boleh?” ucap Cakka duduk disamping Oik
                “Eh boleh kok boleh! Siapa yang larang? Gaada kan”
                “Itu kamu… tadi itu apa?”
                “Cuma nanya!” jawab Oik tegas
                “Eh ini buat kamu” cakka memberikan bunga mawar yang ia simpan dibelakang tubuhnya. Oik menangis terharu
                “Ya ampun kak, ada angin apa kakak ngasih bunga buat aku? Ya ampun makasih kak”
                “Kan udah gue bilang, apapun yang aku lakukan buat fans nomor 1 ku ini. Right?” Tanya Cakka tersenyum oik menggangguk

>>> 

Oik menjalanin kemotrapi selama 6 kali ditemani oleh Cakka. Selama itu Oik harus bisa melawan penyakitnya itu. Dan setiap hari Oik rajin menulis puisi maupun diarynya

Sejak penyakit itu Oik memutuskan untuk berhenti sekolah. Orang tuanya tidak setuju
                “Pa! alasan oik berhenti itu Oik gak mau teman-teman yang lain tahu. cukup Shilla sama kak Cakka aja pa, cukup mereka” kata Oik menangis. Maklum oik tergolong anak yang pintar, kesayangan guru dan sering mengikuti olympiade. Yah tapi walaupun begitu ia tetap menggagumi seorang Cakka Kawekas Nuraga
                “Oik”
                “Please pa, kita gak tahu kapan oik mati. Kita gak tahu kalo kanker oik kembali. Kita gak tahu pa. oik yakin ini keputusan yang dibuat oleh yang diatas pa. oik tenang kalo banyak yang gak tahu penyakit ini. Cukup kalian yang khawatir cukup kalian. Cukup kalian yang kehilangan oik, oik gak mau banyak orang yang kehilangan Oik pa”

Sejak kejadiaan itu, pak arman menuruti kata-kata oik dan sejak itu pula ia berhenti sekolah dan meneruskan pelajarannya dirumah sakit…
Tapi tanpa Oik sadari, pak Arman tidak memberhentikan Oik. Dia bilang kepada gurunya Oik ‘cuti’ sebentar

>>> 

Hari ini tepat hari terkahir Oik untuk melakukan kemotrapi. Oik tersenyum senang karena semuanya telah berakhir…
Berakhir? Yap, berakhir dari segalanya. Berakhir dari penyakit yang membuatnya menderita selama 3 bulan ini. Menderita rambutnya tidak ada lagi. Sangat menderita…
Oik hanya berharap semoga kankernya ini tidak kembali untuk selamanya…
Selamanya…
Tanpa ia tahu apa yang terjadi dihari berikutnya…

>>> 

Cakka memandang tanah merah ini dengan pilu, tak sanggup ia melihat semua ini. Ia menyenderkan kepalanya di pundak Shilla. memandang rumah terakhir dalam hidup Oik…
Mengecewakan…
Ia merutuk dirinya sendiri…
Kenapa...
Kenapa….
Dan kenapa kau menggambilnya saat aku mulai mencintainya?
Kenapa tidak dari dulu?

Cakka terduduk lemas didepan makam Oik sendirian. Semuanya sudah pulang termasuk Shilla. tadinya Shilla mamaksanya untuk menungu, dan Cakka menolak dengan bentakkan
Cakka menatap makam Oik dengan kesedihan yang tak bisa diungkap
                “Ik… kenapa kamu tinggalin aku?” Tanya Cakka, air matanya mengalir tanpa disadarinya
                “Kamu udah janji untuk sembuh Ik. kenapa kemotrapi akhir itu tidak membuahi hasil? Utnuk apa perjuangan kamu selama ini! Kenapa ini terjadi Oik? Jawab aku! Kenapa! Kenapa! Kenapa!” teriak Cakka memukul tanah

Tes, tes, tes, hujan membasahi seluruh kota Jakarta ini. Seolah tahu perasaan Cakka yang amat terdalam….
                “Heh! Hujan sialan! Kenapa lo ngejek gue sih! Kalo lo tahu gue sedih kenapa lo hujan sederas ini! Lo mau liat gue sengsara? Lo mau buat gue kehilangan senyuman gue? itu mau lo? itu?” teriak Cakka
                “Gue gak bisa! Gue gak bisa! Gue sayang Oik! Gue sayang! Gue… sayang… dia” ucap Cakka lirih
Pandangan Cakka tiba-tiba menjadi hitam…

>>> 

Cakka berjalan ditempat yang bewarna putih ini. Ia melihat sosok Oik menghampirinya dengan baju dres putih. Cakk memeluk Oik sangat erat
                “Ik? kamu hidup lagi?” Tanya Cakka saat memeluknya. Oik melepas pelukkannya
                “Enggak Cakka. Sekarang kita udah beda alam” jawab Oik tersenyum miris
                “Kamu bakal ninggalin aku? Selamanya?” Tanya Cakkam air matanya turun kembali. Oik menggangguk
                “Aku sayang kamu Oik! Jangan tinggalin aku!” seru Cakka sudah tak karuan
                “Gak bisa Cakka! Kalo pun bisa aku dari tadi pulang kesana! Ini udah takdir Kka, jalan yang dipilih-Nya untu kita”
                “Aku kangen candaan lo Ik, aku kangen saat lo kasih semangat sama aku, aku kangen saat kamu datang kekelas aku bawa nasi bekal buatan oleh yang pertama kalinya”
                “Aku kangen kamu lebih Kka”
                “Kembali yuk sama aku?  ayok sini…” lirih Cakka
                “Gak bisa kka, gak bisa” jawab Oik mundur
                “Ayo kembali sama aku.. aku butuh kamu…”

>>> 

Cakka terbangun dilihat sekeliling. Kamar cewek?
                “Mulai kapan lo gak makan Cakka?” Tanya dayat. Cakka menoleh
                “Saat Oik koma sampai sekarang kak” jawab Cakka datar
                “Cakka! Lo udah 4 hari gak makan! Lo nekat banget sih sampe pingsan di kuburan. Kalo gue gak ngecek lo disana, lo udah mati!” seru dayat
                “Mati? Bagus dong kak, gue kan bisa nyusul oik disana” kata Cakka dengn tatapan kosong. Satu tamparan melayang dipipi Cakka
                “LO BEGO ATO BLOON SIH! LO GILA! LO DISURUH OIK HIDUP UNTUK GANTIIN DIA! BUKAN KAYAK INI CARANYA BEGO!” bentak Shilla menangis. Cakka hanya diam saja
                “Ini punya Oik. Lo baca sendiri tulisaannya!” seru Shilla melempar buku diary milik Oik. Setelah itu Shilla digeret oleh dayat untuk keluar

>>> 

19 Juli 2010
Lo tahu gak? Gue ketemu sama cowok ganteng pake banget. Tapi gue gak tahu tu namanya siapa, huhuhu. Kasihan yah gue
----              
1 Agustus 2010
Sekian lama gue cari tahu nama tuh cowok siapa sama shilla. namanya itu CAKKA. Panjangannya CAKKA KAWEKAS NURAGA. Tanggal lahirnya itu 18 agustus. H-17 dong yah? enaknya kasih kado apa yah sama dia hmm
----
18 Agustus 2010
Hey hari ini kak Cakka ulang tahun loh, tahu gak gue beli dia apa? sepatu nike air Jordan, bola basket, sama kemeja hitam putih. Gak tahu kenapa gue kepikiran aja sama benda tersebut dan langsung aja beli. Dan ultahnya kak Cakka gak dirayin yah kecewakan aku. Tapi aku punya surprise dan surprise itu berhasil! Dengan pengorbanan yang besar aku datang kerumahnya sama sahabatku dan sahabat kak cakka, dan kebetulan sahabat kak cakka itu dekat dengan aku. Dan jam 9malam kita udah stand by dan minta izin sama ortunya. Danjam setenga 12 kita suruh Cakka keluar dan langsung kasih surprise. Tahu gak? Kak cakka seneng bangeeeeeetttt!!! Aaa makin lovelove sama kak cakkaaaaaa
KAK CAKKAAAAA!!! I LOVE YOUU!!! ITU PENGORBANAN PALING SPECIAL DALAM HIDUP AKU. I ALWAYS LOVE YOU KAK!!!!!!!!
---- (skip)
6 Agustus 2011
Hari ini aku divonis oleh dokter Ivan mengidap penyakit kanker. Dan umurnya hanya bertahan kurang lebih 3bulan. Gue sabar banget nerima kenyataan ini. Terlalu sulit :”)
----
7 Agustus 2011
Gue pingsan dan gue mimisan. Lo tahu yang ngebawain gue keRS siapa? Kak Cakka dong yaaah. Gak nyangka banget kak Cakka bisa ngebawa gue ke RS. Dan kak cakka juga ngapusi air mata gue, dan ngelus pipi akuu. Aaaa TANGAL 7 AGUSTUS EMANG HARI GUE BANGET ITUUU! ME LOVE YAAAHH 7 AGUSTUSS
---- (skip)
25 November 2011
Yeyeyee lalalalaaa. Tahu gak hari ini kemotrapi gue abisss, Alhamdulillah yah sesuatu bangett, akhirnya gue terlepas juga dengan obat-obatan itu. Kak cakka juga disamping gue terus, bewarna hari hariku, lovelovelove <3
---- (skip)
25 Desember 2012
Makasih banget yah udah bikin kanker ini balik lagi. Aku sabar terus kok, malah syukuri hidup ini. Aku sudah, karena itu udah buat aku bahagia. Dan artinya aku gak bisa kemo dan menunggu beberapa hari lagi….
---- (skip)
1 january 2012
HAPPY NEW YEAR!! Tepat tanggal satu January dua ribu dua belas jam duapuluh empat nolnol dan bunyi kembang api. Kak cakka nembak aku:””””” akhirnya perjuangan cintaku gak sia-sia selama ini. Love you my brotha baby<3. I’m still always love you forever<3
---- (skip)
18 January 2012
Kak Cakka ngasih aku boneka luccuuuu banget dan sebuah bunga mawar. Dan dipikir-pikir kak cakka udah ngasih aku 5buah bonekaa aduhh jadi maluu banget. Dan bunga mawar? Gak kehitung! Setiap hari tanpa henti kak cakka ngirimi aku bunga mawarr. Makasih banget kak buat jasa-jasa kakak selama ini, amu sayang banget sama kakak selamanya
Dan kayaknya nafas aku udah gak sanggup lagi…
Semalam aku bermimpi seorang wanita cantik banget ngampiri aku. Dan dibilang waktuku tinggal dikit dan aku akan meninggal saat hari lahirku? Yang benar saja. Aku menolak itu. Aku gak bisa melewati ultahku yang ketujuh belas itu.. hari yang kutunggu akan mejadi nasip terakhirku?
Mari kita tunggu itu…

>>> 

Cakka meneteskan air matanya kembali. Menginggat saat oik diakhir-akhir perjuangan tanggal 20 january 2012
                “Kka, aku bahagia sekali. Bahagia ketemu kamu. Semuanya jadi kenyataan. Semuanya, makasih udah nemenin aku… jadi pendamping aku” ucap Oik lirih
                “Jangan bilang gitu Ik. aku sayang kamu. I love you… happy birthday my lil baby” jawab Cakka tersenyum dan memberi bunga mawar kepada Oik
                “Love you too my brotha baby. And… Good… Bye…”

Deg…
Aku gak mau itu terulang lagi! Hapus ini hapus hapussss!!!!!!!!
Cakka mengacak rambutnya, ia frustasi.
                “Kamu tahu? aku sayang kamu sejak mos waktu itu. Aku hanya pura-pura gak tahu, aku sayang kamu setulus hatiku. Aku gak nyesel, aku justru bahagia kenal sama kamu, dekat sama kamu, dan mendampingi kamu terus. Aku bahagia. Semoga kamu tenang disana Oik. Love you my lil baby” lirih Cakka memejamkan matanya
                “Aku juga sayang kamu. Love u too my brotha baby” bisik Oik saat Cakka mulai tertidur

-THE END-