Story of Life
>>>
“Maaf
bu, setelah menjalani tahap-tahap pemeriksaan. Sudah saya duga, anak ibu ini
mempunyai kanker ganas di bagian organ dalamnya” ucap sang dokter menutup
amplop. Bu Tasya menangis tersedu-sedu sedangkan suaminya menenangi diri
istrinya
“Berapa
lama dok, umur saya?” Tanya Oik berusaha tegar
“Saya
gak tahu nak umur kamu bertahan berapa lama. Tapi kalau diperkirakan umurmu
bertahan kurang lebih 3 bulan. Tapi… saya punya 2 pilihan buat ibu dan bapak”
“Apa
itu dok?” Tanya pak Arman
“Anak
ibu dan bapak bisa melaksanakan operasi untuk menggangkat kanker itu. Tapi,
saya kurang setuju untuk melakukan operasi karena, tubuh Oik bisa menjadi
cacat” jawab dokter Ivan. Oik terkejut. “Tapi itu terserah anda. Saya yakin
anda berdua tidak menyetujuinya, makanya saran saya kedua adalah kemotrapi.
Kemotrapi itu dilakukan selama 6kali. kemotrapi itu memakai obat-obat kimia,
dan itu bisa membuat Oik bebas dari kanker ini. Bagaimana? Anda memilih apa?”
Tanya dokter Ivan
“Boleh
saya pikir dulu dok? Saya butuh informasi lebih lanjut mengenai kemotrapi.
Senin saya kembali lagi kesini dengan papa dan mama. Bolehkan dok?” celetuk
Oik. Dokter Ivan menggangguk, akhirnya Oik dan orang tuanya beranjak dari sana
dan pergi menuju rumahnya
>>>
Oik terbangun dari lamunannya saat disenggol oleh Shilla
“Lo
kenapa Ik? tumben ngelamun?” Tanya Shilla melihat Oik melamun. Oik hanya
menggeleng lemah
“Ik,
Oik!!!! Kak Cakka lagi dilapangan basket tuh! Lagi One In One sama kak Rio!”
seru Sivia dari arah pintu kelas. oik bangkit dari temat duduknya lalu menuju
lapangan dengan Shilla. saat disana Oik memilih menonton dari depan. Biasanya
Oik menyemangati idolanya satu ini, walaupun ditolak mentah-mentah karna kata
Cakka Oik terlalu over kepadanya, Oik mengganggapnya hanya angin lalu saja dan
masih saja mengganggu sang idola. Tapi sejak Oik memasuki kehidupan seorang
Cakka Nuraga, hari-harinya berubah deratis, yang biasanya dingin seperti e situ
mencair Perlahan…
Sampai diakhir pertandingan pun tak ada satu katapun yang
dilontarkan Oik sampai-sampai membuat semuanya heran dan bingung. Tanda akhir
pertadingan pun berbunyi, saat itu juga Cakka menoleh kearah Oik yang
menatapnya kosong, Cakka hanya memiringkan kepalanya, kenapa fansnya satu ini
tidak kunjung berbicara maupun teriak, biasanya itu dia lebih heboh
Oik menghela nafas, saat Oik memegangi hidungnya, tiba-tiba
darah mengalir dengan segar. Oik terkejut, Shilla hanya melihatnya terkejut
“Oo..Ik..?” Oik menggeleng tanda ia tidak apa-apa, terlambat, ia tiba-tiba
hilang keseimbangan. Cakka yang mengawasi Oik dari lapangan itu langsung belari
kencang menuju Oik sebelum kepalanya membentur tanah, dan yap! Cakka langsung
memanggangi badan Oik kala Oik sudah menutup matanya
CEMAS
Itu kata yang terlintas dipikiran Cakka, tanpa ba-bi-bu
Cakka langsung menggedong Oik menuju UKS. Sontak seluruh siswa-siswi yang
berada disana melihatnya, ada pula mengikuti Cakka ke UKS.
>>>
Oik membuka matanya, ia melihat sekeliling. Infus? Bearti
aku dirumah sakit? Batin Oik. Oik masih memandang sekeliling. Cakka?
“C…
Cak…. Kka..?” ucap oik lirih. Cakka yang menggelamkan kepalanya kasur terbangun
“Oik?”
“Kok..
Kamu..Di..Sini?” Tanya Oik
“Aku
nunggu kamu dari tadi, orang tua sama kakak kamu lagi dijalan. Jadi aku nunggu
kamu sampe sadar. Kamu tadi pingsan disekolah dengan mimisan. Kamu kenapa Ik?”
Tanya Cakka tanpa embel-embel ‘Lo-Gue’
“Makasih
Kka udah nungguin aku disini” jawab Oik tersenyum. “Aku gak sakit apa-apa kok,
Cuma kurang istirahat aja, but thanks udah gak pake ‘Lo-Gue’ lagi Kka. Makasih
hari ini udah buat aku seneng” sambung Oik dengan tulus, tak terasa air matanya
mengalir. Cakka memandang Oik dengan senyuman khasnya lalu menghapus airmata
Oik dan mengelus pipinya
“Apapun
aku lakukan buat fans nomor 1 aku ini” jawab Cakka ketawa kecil. Oik hanya
senyum
Pintu kamar Oik terbuka dan muncullah 3 orang –Pak Arman, Bu
Tasya, dan Dayat-. Bu Tasya langsung menghampir Oik, Cakka langsung menggeser
posisinya kebelakang berjajaran dengan Dayat
“Ik,
hari ini papa akan bilang kedokter Ivan, kalo kita nyetuinya. Papa gak mau kamu
nanggung sakit ini terlalu lama, apapun terjadi papa, mama, sama kakakmu akan
nyembuhin penyakit kamu. Walaupun uang papa dan mama habis, kami ikhlas demi
kamu sayang” kata pak Arman. Air mata Oik jatuh kembali
“Terima
kasih pa, ma” jawab Oik. Cakka memandang mereka bingung. Dayat melihat Cakka
bingung akhirnya membisiknya sesuatu
“Gue
harap kalo lo denger ini lo gak boleh terkejut dan semacamnya” bisik Dayat
Cakka menggangguk. “Lo pasti bingung Oik sakit apa, Oik sakit kanker. Kata
dokter umurnya hanya bertahan kurang lebih 3 bulan. Kecuali dia ikut kemotrapi,
kemungkinan ia bisa bertahan lebih dari tiga bulan. Dan gue mohon sama lo, lo
harus ada disisi Oik selamanya hanya lo yang bisa Kka, hanya lo yang bisa bikin
Oik senyum, hanya lo yang bisa bikin Oik ketawa, hanya lo. gue mengharap ini
sebesar-besarnya. Oik satu-satunya adik gue. gue mohon Kka”
“Gue
terima kak, gue akan selalu disamping Oik. Gue akan ngebahagiain hidup dia. gue
baru tahu itu kak, gue salah… Dulu gue suka banget gak ngerespon dia. sekarang
biar gue yang balas kebaikan dia sama gue kak” bisik Cakka menangis
>>>
Sejak hari itu Cakka bertekad akan menjaga Oik. Hari ini,
Cakka mengunjungi Oik dirumah sakit sehabis pulang sekolah
“Hey”
sapa Cakka,Oik menoleh
“Eh kak
Cakka. Kok kesini?” Tanya Oik
“Gak
boleh?” ucap Cakka duduk disamping Oik
“Eh
boleh kok boleh! Siapa yang larang? Gaada kan”
“Itu
kamu… tadi itu apa?”
“Cuma
nanya!” jawab Oik tegas
“Eh ini
buat kamu” cakka memberikan bunga mawar yang ia simpan dibelakang tubuhnya. Oik
menangis terharu
“Ya
ampun kak, ada angin apa kakak ngasih bunga buat aku? Ya ampun makasih kak”
“Kan
udah gue bilang, apapun yang aku lakukan buat fans nomor 1 ku ini. Right?”
Tanya Cakka tersenyum oik menggangguk
>>>
Oik menjalanin kemotrapi selama 6 kali ditemani oleh Cakka.
Selama itu Oik harus bisa melawan penyakitnya itu. Dan setiap hari Oik rajin
menulis puisi maupun diarynya
Sejak penyakit itu Oik memutuskan untuk berhenti sekolah.
Orang tuanya tidak setuju
“Pa!
alasan oik berhenti itu Oik gak mau teman-teman yang lain tahu. cukup Shilla
sama kak Cakka aja pa, cukup mereka” kata Oik menangis. Maklum oik tergolong
anak yang pintar, kesayangan guru dan sering mengikuti olympiade. Yah tapi
walaupun begitu ia tetap menggagumi seorang Cakka Kawekas Nuraga
“Oik”
“Please
pa, kita gak tahu kapan oik mati. Kita gak tahu kalo kanker oik kembali. Kita
gak tahu pa. oik yakin ini keputusan yang dibuat oleh yang diatas pa. oik
tenang kalo banyak yang gak tahu penyakit ini. Cukup kalian yang khawatir cukup
kalian. Cukup kalian yang kehilangan oik, oik gak mau banyak orang yang
kehilangan Oik pa”
Sejak kejadiaan itu, pak arman menuruti kata-kata oik dan
sejak itu pula ia berhenti sekolah dan meneruskan pelajarannya dirumah sakit…
Tapi tanpa Oik sadari, pak Arman tidak memberhentikan Oik.
Dia bilang kepada gurunya Oik ‘cuti’ sebentar
>>>
Hari ini tepat hari terkahir Oik untuk melakukan kemotrapi.
Oik tersenyum senang karena semuanya telah berakhir…
Berakhir? Yap, berakhir dari segalanya. Berakhir dari penyakit
yang membuatnya menderita selama 3 bulan ini. Menderita rambutnya tidak ada
lagi. Sangat menderita…
Oik hanya berharap semoga kankernya ini tidak kembali untuk
selamanya…
Selamanya…
Tanpa ia tahu apa yang terjadi dihari berikutnya…
>>>
Cakka memandang tanah merah ini dengan pilu, tak sanggup ia
melihat semua ini. Ia menyenderkan kepalanya di pundak Shilla. memandang rumah
terakhir dalam hidup Oik…
Mengecewakan…
Ia merutuk dirinya sendiri…
Kenapa...
Kenapa….
Dan kenapa kau menggambilnya saat aku mulai mencintainya?
Kenapa tidak dari dulu?
Cakka terduduk lemas didepan makam Oik sendirian. Semuanya
sudah pulang termasuk Shilla. tadinya Shilla mamaksanya untuk menungu, dan
Cakka menolak dengan bentakkan
Cakka menatap makam Oik dengan kesedihan yang tak bisa
diungkap
“Ik…
kenapa kamu tinggalin aku?” Tanya Cakka, air matanya mengalir tanpa disadarinya
“Kamu
udah janji untuk sembuh Ik. kenapa kemotrapi akhir itu tidak membuahi hasil?
Utnuk apa perjuangan kamu selama ini! Kenapa ini terjadi Oik? Jawab aku! Kenapa!
Kenapa! Kenapa!” teriak Cakka memukul tanah
Tes, tes, tes, hujan membasahi seluruh kota Jakarta ini.
Seolah tahu perasaan Cakka yang amat terdalam….
“Heh!
Hujan sialan! Kenapa lo ngejek gue sih! Kalo lo tahu gue sedih kenapa lo hujan
sederas ini! Lo mau liat gue sengsara? Lo mau buat gue kehilangan senyuman gue?
itu mau lo? itu?” teriak Cakka
“Gue
gak bisa! Gue gak bisa! Gue sayang Oik! Gue sayang! Gue… sayang… dia” ucap
Cakka lirih
Pandangan Cakka tiba-tiba menjadi hitam…
>>>
Cakka berjalan ditempat yang bewarna putih ini. Ia melihat
sosok Oik menghampirinya dengan baju dres putih. Cakk memeluk Oik sangat erat
“Ik? kamu
hidup lagi?” Tanya Cakka saat memeluknya. Oik melepas pelukkannya
“Enggak
Cakka. Sekarang kita udah beda alam” jawab Oik tersenyum miris
“Kamu
bakal ninggalin aku? Selamanya?” Tanya Cakkam air matanya turun kembali. Oik
menggangguk
“Aku
sayang kamu Oik! Jangan tinggalin aku!” seru Cakka sudah tak karuan
“Gak
bisa Cakka! Kalo pun bisa aku dari tadi pulang kesana! Ini udah takdir Kka,
jalan yang dipilih-Nya untu kita”
“Aku
kangen candaan lo Ik, aku kangen saat lo kasih semangat sama aku, aku kangen
saat kamu datang kekelas aku bawa nasi bekal buatan oleh yang pertama kalinya”
“Aku
kangen kamu lebih Kka”
“Kembali
yuk sama aku? ayok sini…” lirih Cakka
“Gak
bisa kka, gak bisa” jawab Oik mundur
“Ayo
kembali sama aku.. aku butuh kamu…”
>>>
Cakka terbangun dilihat sekeliling. Kamar cewek?
“Mulai
kapan lo gak makan Cakka?” Tanya dayat. Cakka menoleh
“Saat
Oik koma sampai sekarang kak” jawab Cakka datar
“Cakka!
Lo udah 4 hari gak makan! Lo nekat banget sih sampe pingsan di kuburan. Kalo
gue gak ngecek lo disana, lo udah mati!” seru dayat
“Mati?
Bagus dong kak, gue kan bisa nyusul oik disana” kata Cakka dengn tatapan
kosong. Satu tamparan melayang dipipi Cakka
“LO
BEGO ATO BLOON SIH! LO GILA! LO DISURUH OIK HIDUP UNTUK GANTIIN DIA! BUKAN
KAYAK INI CARANYA BEGO!” bentak Shilla menangis. Cakka hanya diam saja
“Ini
punya Oik. Lo baca sendiri tulisaannya!” seru Shilla melempar buku diary milik
Oik. Setelah itu Shilla digeret oleh dayat untuk keluar
>>>
19
Juli 2010
Lo
tahu gak? Gue ketemu sama cowok ganteng pake banget. Tapi gue gak tahu tu
namanya siapa, huhuhu. Kasihan yah gue
----
1
Agustus 2010
Sekian
lama gue cari tahu nama tuh cowok siapa sama shilla. namanya itu CAKKA.
Panjangannya CAKKA KAWEKAS NURAGA. Tanggal lahirnya itu 18 agustus. H-17 dong
yah? enaknya kasih kado apa yah sama dia hmm
----
18
Agustus 2010
Hey
hari ini kak Cakka ulang tahun loh, tahu gak gue beli dia apa? sepatu nike air
Jordan, bola basket, sama kemeja hitam putih. Gak tahu kenapa gue kepikiran aja
sama benda tersebut dan langsung aja beli. Dan ultahnya kak Cakka gak dirayin
yah kecewakan aku. Tapi aku punya surprise dan surprise itu berhasil! Dengan
pengorbanan yang besar aku datang kerumahnya sama sahabatku dan sahabat kak
cakka, dan kebetulan sahabat kak cakka itu dekat dengan aku. Dan jam 9malam
kita udah stand by dan minta izin sama ortunya. Danjam setenga 12 kita suruh
Cakka keluar dan langsung kasih surprise. Tahu gak? Kak cakka seneng
bangeeeeeetttt!!! Aaa makin lovelove sama kak cakkaaaaaa
KAK
CAKKAAAAA!!! I LOVE YOUU!!! ITU PENGORBANAN PALING SPECIAL DALAM HIDUP AKU. I
ALWAYS LOVE YOU KAK!!!!!!!!
----
(skip)
6
Agustus 2011
Hari
ini aku divonis oleh dokter Ivan mengidap penyakit kanker. Dan umurnya hanya
bertahan kurang lebih 3bulan. Gue sabar banget nerima kenyataan ini. Terlalu
sulit :”)
----
7
Agustus 2011
Gue
pingsan dan gue mimisan. Lo tahu yang ngebawain gue keRS siapa? Kak Cakka dong
yaaah. Gak nyangka banget kak Cakka bisa ngebawa gue ke RS. Dan kak cakka juga
ngapusi air mata gue, dan ngelus pipi akuu. Aaaa TANGAL 7 AGUSTUS EMANG HARI
GUE BANGET ITUUU! ME LOVE YAAAHH 7 AGUSTUSS
----
(skip)
25
November 2011
Yeyeyee
lalalalaaa. Tahu gak hari ini kemotrapi gue abisss, Alhamdulillah yah sesuatu
bangett, akhirnya gue terlepas juga dengan obat-obatan itu. Kak cakka juga
disamping gue terus, bewarna hari hariku, lovelovelove <3
----
(skip)
25
Desember 2012
Makasih
banget yah udah bikin kanker ini balik lagi. Aku sabar terus kok, malah syukuri
hidup ini. Aku sudah, karena itu udah buat aku bahagia. Dan artinya aku gak
bisa kemo dan menunggu beberapa hari lagi….
----
(skip)
1
january 2012
HAPPY
NEW YEAR!! Tepat tanggal satu January dua ribu dua belas jam duapuluh empat
nolnol dan bunyi kembang api. Kak cakka nembak aku:””””” akhirnya perjuangan
cintaku gak sia-sia selama ini. Love you my brotha baby<3. I’m still always
love you forever<3
----
(skip)
18
January 2012
Kak
Cakka ngasih aku boneka luccuuuu banget dan sebuah bunga mawar. Dan
dipikir-pikir kak cakka udah ngasih aku 5buah bonekaa aduhh jadi maluu banget.
Dan bunga mawar? Gak kehitung! Setiap hari tanpa henti kak cakka ngirimi aku
bunga mawarr. Makasih banget kak buat jasa-jasa kakak selama ini, amu sayang
banget sama kakak selamanya
Dan
kayaknya nafas aku udah gak sanggup lagi…
Semalam
aku bermimpi seorang wanita cantik banget ngampiri aku. Dan dibilang waktuku
tinggal dikit dan aku akan meninggal saat hari lahirku? Yang benar saja. Aku
menolak itu. Aku gak bisa melewati ultahku yang ketujuh belas itu.. hari yang
kutunggu akan mejadi nasip terakhirku?
Mari
kita tunggu itu…
>>>
Cakka meneteskan air matanya kembali. Menginggat saat oik
diakhir-akhir perjuangan tanggal 20 january 2012
“Kka,
aku bahagia sekali. Bahagia ketemu kamu. Semuanya jadi kenyataan. Semuanya,
makasih udah nemenin aku… jadi pendamping aku” ucap Oik lirih
“Jangan bilang
gitu Ik. aku sayang kamu. I love you… happy birthday my lil baby” jawab Cakka
tersenyum dan memberi bunga mawar kepada Oik
“Love you too my
brotha baby. And… Good… Bye…”
Deg…
Aku gak mau itu terulang lagi! Hapus ini hapus hapussss!!!!!!!!
Cakka mengacak rambutnya, ia frustasi.
“Kamu
tahu? aku sayang kamu sejak mos waktu itu. Aku hanya pura-pura gak tahu, aku
sayang kamu setulus hatiku. Aku gak nyesel, aku justru bahagia kenal sama kamu,
dekat sama kamu, dan mendampingi kamu terus. Aku bahagia. Semoga kamu tenang
disana Oik. Love you my lil baby” lirih Cakka memejamkan matanya
“Aku
juga sayang kamu. Love u too my brotha baby” bisik Oik saat Cakka mulai
tertidur
-THE END-