Kita bertemu diusia yang terpaut kurang lebih 1 tahun. Engkau berumur 15 tahun, sedang aku 14 tahun.
Pertemuan pertama kitaterletak di lapangan basket, saat itu kamu dengan ogah-ogahan mengantarkan ku keruang kepala sekolah.
Shilla... Pacarmu... Sangat membenciku
Ya, karena aku dekat denganmu. Hampir saja engkau putus sama Shilla. Tapi aku selalu memberimu nasihat dan semangat, hingga kau kembali lagi kepada Shilla
Mungkin saat itu aku sudah menyukaimu
Mungkin saat itu juga aku merasakan sakit di hatiku
Hingga saat itu juga aku mulai menerima Alvin menjadi pacarku. Aku menyadari perubahan sikapmu terhadapku. Seolah kau tak setuju aku berpacaran dengan Alvin. Sadarkah kau? Kau telah memberiku harapan kosong.
Hari itu, aku menemuimu di taman, ya tempat kita berdua. Aku bertanya denganmu “Pilih aku atau Shilla”. Kau hanya diam seribu bahasa. Kau tak kunjung menjawab pertanyaanku, kuanggap jawabamu itu, kau memilih Shilla. Dan aku lekas meninggalkan tempat kenangan kita berdua
Aku telah memutuskan Alvin. Hanya Alvin yang mengetahui alasanku, dan Shilla... Ia tiba-tiba menghampiriku. Awalnya aku bingung, kenapa Shilla menghampiriku. Ternyata Shilla sudah merelakanmu untukku dan meminta maaf dengan ku. Terlamat Shilla!
Ini yang terakhir kalinya aku melihatmu di Bandara, kau menangis demiku...
Maafkan aku, aku harus meninggalkan mu disini. Kuharap kau melupakanku...
And Only With You I understand bitter love
And Only With You I say “Good Bye”
(Oik Cahya Ramadlani)
KALAU BACA INI DENGERIN LAGU “SEMUA TENTANGMU – VIERRA” YA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar